LVRI Sumut Kirim Tujuh Buku Perjuangan Ke Pusat

Medan ( Berita ) :  Legiun Veteran RI (LVRI) Sumatera Utara mengirimkan tujuh buah buku tentang sejarah perjuangan merebut kemerdekaan ke Markas Besar (Mabes) LVRI di Jakarta.

Buku-buku sejarah perjuangan itu dikirim untuk dilestarikan, kata Kepala Biro Generasi Penerus LVRI Sumut, Muhammad TWH dalam keterangan yang diterima ANTARA di Medan, Kamis [07/01].

Muhammad mengatakan, tujuh buku sejarah perjuangan di Sumut yang dikirim itu adalah “Belanda Gagal Rebut Pangkalan Brandan”, “Sumatera Utara Bergelora”, “Jenderal Spoor Tewas di Tapanuli Tengah”, “Bunga Rampai Perjuangan Rakyat Sumut” dan “Tujuh Pahlawan Nasional Dari Sumut”.

Ditambah dua buku sejarah perjuangan yang ditulis Mayor Jenderal TNI (Purn) Djamin Ginting yang berjudul “Titi Bambu” dan Bukit Kadir”. Selain tujuh buku itu, pihaknya juga menerbitkan sembilan tulisan yang dibuat fungsionaris LVRI Sumut yang pernah diterbitkan di salah satu surat kabar Kota Medan.

Sembilan tulisan itu berjudul “Ketika Sekutu Peralat Tentara Jepang”, “Desember Berdarah di Tebing Tinggi”, “Gugur Bersama Sang Merah Putih” dan “Pancasila Pernah Hendak Diganti”.

Kemudian, tulisan berjudul “Bumi Hangus Tambang Minyak Pangkalan Brandan”, “Pembukaan UUD 1945 Dan Kelahirannya”, “Bangsa Indonesia Tidak Dendam”, “Peranan Radio Di Awal Kemerdekaan” dan “Pelaku Sejarah Kampung Mesjid”.

Ia menjelaskan, pengiriman buku dan tulisan itu berawal dari permintaan Mabes LVRI dengan tujuan mengumpulkan dan melestarikan literatur tentang sejarah perjuangan dalam merebut kemerdekaan di Sumut. Setelah dikonsultasikan, semua pihak setuju untuk mengirimkan buku dan tulisan itu, katanya. ( ant )

Sumber : disini

Ternyata Amerika Memiliki Hutang 57ribu Ton Emas Kepada Indonesia

“The Green Hilton Memorial Agreement” di Geneva pada 14 November 1963

Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.

Perjanjian “The Green Hilton Memorial Agreement” di Geneva (Swiss) pada 14 November 1963

Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai “salah satu” harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjnajian ini.

Perjanjian itu bernama “Green Hilton Memorial Agreement Geneva”. Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai lebih dari 57 ribu ton emas murni yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS).

Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI siapa pun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri.

Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapa pun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tahu siapa yang menyimpan hingga kini.

Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya.

Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menanda tangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan.

Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara. Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar Amerika.

Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia.

Asal Mula Perjanjian “Green Hilton Memorial Agreement”

Setelah masa perang dunia berakhir, negara-negara timur dan barat yang terlibat perang mulai membangun kembali infrastrukturnya. Akan tetapi, dampak yang telah diberikan oleh perang tersebut bukan secara materi saja tetapi juga secara psikologis luar biasa besarnya. Pergolakan sosial dan keagamaan terjadi dimana-mana. Orang-orang ketakutan perang ini akan terjadi lagi. Pemerintah negara-negara barat yang banyak terlibat pada perang dunia berusaha menenangkan rakyatnya, dengan mengatakan bahwa rakyat akan segera memasuki era industri dan teknologi yang lebih baik. Para bankir Yahudi mengetahui bahwa negara-negara timur di Asia masih banyak menyimpan cadangan emas. Emas tersebut akan di jadikan sebagai kolateral untuk mencetak uang yang lebih banyak yang akan digunakan untuk mengembangkan industri serta menguasai teknologi. Karena teknologi Informasi sedang menanti di zaman akan datang.

Sesepuh Mason yang bekerja di Federal Reserve (Bank Sentral di Amerika) bersama bankir-bankir dari Bank of International Settlements / BIS (Pusat Bank Sentral dari seluruh Bank Sentral di Dunia) mengunjungi Indonesia. Melalui pertemuan dengan Presiden Soekarno, mereka mengatakan bahwa atas nama kemanusiaan dan pencegahan terjadinya kembali perang dunia yang baru saja terjadi dan menghancurkan semua negara yang terlibat, setiap negara harus mencapai kesepakatan untuk mendayagunakan kolateral Emas yang dimiliki oleh setiap negara untuk program-program kemanusiaan. Dan semua negara menyetujui hal tersebut, termasuk Indonesia. Akhirnya terjadilah kesepakatan bahwa emas-emas milik negara-negara timur (Asia) akan diserahkan kepada Federal Reserve untuk dikelola dalam program-program kemanusiaan. Sebagai pertukarannya, negara-negara Asia tersebut menerima Obligasi dan Sertifikat Emas sebagai tanda kepemilikan. Beberapa negara yang terlibat diantaranya Indonesia, Cina dan Philippina. Pada masa itu, pengaruh Soekarno sebagai pemimpin dunia timur sangat besar, hingga Amerika merasa khawatir ketika Soekarno begitu dekat dengan Moskow dan Beijing yang notabene adalah musuh Amerika.

Namun beberapa tahun kemudian, Soekarno mulai menyadari bahwa kesepakatan antara negara-negara timur dengan barat (Bankir-Bankir Yahudi dan lembaga keuangan dunia) tidak di jalankan sebagaimana mestinya. Soekarno mencium persekongkolan busuk yang dilakukan para Bankir Yahudi tersebut yang merupakan bagian dari Freemasonry.

Tidak ada program-program kemanusiaan yang dijalankan mengunakan kolateral tersebut. Soekarno protes keras dan segera menyadari negara-negara timur telah di tipu oleh Bankir International.

Akhirnya Pada tahun 1963, Soekarno membatalkan perjanjian dengan para Bankir Yahudi tersebut dan mengalihkan hak kelola emas-emas tersebut kepada Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy (JFK). Ketika itu Amerika sedang terjerat utang besar-besaran setelah terlibat dalam perang dunia. Presiden JFK menginginkan negara mencetak uang tanpa utang.

Karena kekuasaan dan tanggung jawab Federal Reserve bukan pada pemerintah Amerika melainkan di kuasai oleh swasta yang notabene nya bankir Yahudi. Jadi apabila pemerintah Amerika ingin mencetak uang, maka pemerintah harus meminjam kepada para bankir yahudi tersebut dengan bunga yang tinggi sebagai kolateral. Pemerintah Amerika kemudian melobi Presiden Soekarno agar emas-emas yang tadinya dijadikan kolateral oleh bankir Yahudi di alihkan ke Amerika. Presiden Kennedy bersedia meyakinkan Soekarno untuk membayar bunga 2,5% per tahun dari nilai emas yang digunakan dan mulai berlaku 2 tahun setelah perjanjian ditandatangani. Setelah dilakukan MOU sebagai tanda persetujuan, maka dibentuklah Green Hilton Memorial Agreement di Jenewa (Swiss) yang ditandatangani Soekarno dan John F.Kennedy. Melalui perjanjian itu pemerintah Amerika mengakui Emas batangan milik bangsa Indonesia sebesar lebih dari 57.000 ton dalam kemasan 17 Paket emas.

Melalui perjanjian ini Soekarno sebagai pemegang mandat terpercaya akan melakukan reposisi terhadap kolateral emas tersebut, kemudian digunakan ke dalam sistem perbankan untuk menciptakan Fractional Reserve Banking terhadap dolar Amerika. Perjanjian ini difasilitasi oleh Threepartheid Gold Commision dan melalui perjanjian ini pula kekuasaan terhadap emas tersebut berpindah tangan ke pemerintah Amerika. Dari kesepakatan tersebut, dikeluarkanlah Executive Order bernomor 11110, di tandatangani oleh Presiden JFK yang memberi kuasa penuh kepada Departemen Keuangan untuk mengambil alih hak menerbitkan mata uang dari Federal Reserve. Apa yang pernah di lakukan oleh Franklin, Lincoln, dan beberapa presiden lainnya, agar Amerika terlepas dari belenggu sistem kredit bankir Yahudi juga diterapkan oleh presiden JFK. salah satu kuasa yang diberikan kepada Departemen keuangan adalah menerbitkan sertifikat uang perak atas koin perak sehingga pemerintah bisa menerbitkan dolar tanpa utang lagi kepada Bank Sentral (Federal Reserve)

Tidak lama berselang setelah penandatanganan Green Hilton Memorial Agreement tersebut, presiden Kennedy di tembak mati oleh Lee Harvey Oswald. Setelah kematian Kennedy, tangan-tangan gelap bankir Yahudi memindahkan kolateral emas tersebut ke International Collateral Combined Accounts for Global Debt Facility di bawah pengawasan OITC (The Office of International Treasury Control) yang semuanya dikuasai oleh bankir Yahudi. Perjanjian itu juga tidak pernah efektif, hingga saat Soekarno ditumbangkan oleh gerakan Orde baru yang didalangi oleh CIA yang kemudian mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sampai pada saat Soekarno jatuh sakit dan tidak lagi mengurus aset-aset tersebut hingga meninggal dunia. Satu-satunya warisan yang ditinggalkan, yang berkaitan dengan Green Hilton Memorial Agreement tersebut adalah sebuah buku bersandi yang menyembunyikan ratusan akun dan sub-akun yang digunakan untuk menyimpan emas, yang terproteksi oleh sistem rahasia di Federal Reserve bernama The Black screen. Buku itu disebut Buku Maklumat atau The Book of codes. Buku tersebut banyak di buru oleh kalangan Lembaga Keuangan Dunia, Para sesepuh Mason, para petinggi politik Amerika dan Inteligen serta yang lainnya. Keberadaan buku tersebut mengancam eksistensi Lembaga keuangan barat yang berjaya selama ini.

Sampai hari ini, tidak satu rupiah pun dari bunga dan nilai pokok aset tersebut dibayarkan pada rakyat Indonesia melalui pemerintah, sesuai perjanjian yang disepakati antara JFK dan Presiden Soekarno melalui Green Hilton Agreement.

Padahal mereka telah menggunakan emas milik Indonesia sebagai kolateral dalam mencetak setiap dollar.

Hal yang sama terjadi pada bangsa China dan Philipina. Karena itulah pada awal tahun 2000-an China mulai menggugat di pengadilan Distrik New York. Gugatan yang bernilai triliunan dollar Amerika Serikat ini telah mengguncang lembaga-lembaga keuangan di Amerika dan Eropa. Namun gugatan tersebut sudah lebih dari satu dasawarsa dan belum menunjukkan hasilnya. Memang gugatan tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang tinggi, karena bukan saja berhadapan dengan negara besar seperti Amerika, tetapi juga berhadapan dengan kepentingan Yahudi bahkan kabarnya ada kepentingan dengan Vatikan. Akankah Pemerintah Indonesia mengikuti langkah pemerintah Cina yang menggugat atas hak-hak emas rakyat Indonesia yang bernilai Ribuan Trilyun Dollar… (bisa untuk membayar utang Indonesia dan membuat negri ini makmur dan sejahtera)?

Sumber : disini

Peristiwa 10 November 1945, Dalam Lukisan Karya: Sochieb

AREK “BENTENG KOTA” SURABAYA DALAM KARYA M. SOCHIEB

Penulis: Nanang Purwono

Di antara para pelukis, khususnya asal Surabaya, M. Sochieb adalah sosok pelukis yang sangat identik dengan peristiwa kepahlawanan 10 Nopember. Selain sebagai pelaku sejarah dalam peristiwa pertempuran Surabaya, corak lukisannya sangat naturalis sehingga dirinya mampu memvisualkan kisah-kisah pertempuran Surabaya. Melalui karya-karyanya, kita diajak mengenal serangkaian peristiwa heroik ketika pemuda-pemuda Surabaya (arek-arek Suroboyo) rela mengorbankan jiwa dan ‘raganya’ untuk melindungi kedaulatan bangsa dan kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. M. Sochieb lahir di Surabaya pada 1931 dan ketika pecah perang di Surabaya tahun 1945, dirinya masih tergolong remaja. Usianya baru 14 tahun.

Darah muda yang mengalir seiring dengan gejolak denyut nadi bangsanya membuat Sochieb bersatu dalam barisan rakyat. Bersama rakyat Surabaya, ia pun menyingsingkan lengan baju untuk negara. Dari berbagai kesaksian itulah, ia mencoba memvisualkan kisah pertempuran Surabaya melalui karya seninya. Sesungguhnya arek Suroboyo ini mulai belajar melukis di usia 31 tahun. Mungkin dalam hati Sochieb, tak ada kata terlambat untuk belajar termasuk belajar melukis. Ketika itu ia belajar melukis dari pelukis Surabaya INDRA HADI KUSUMA. Dengan berbekal semangat belajar yang besar dan tujuan yang mulia, ia pun tumbuh menjadi seorang pelukis yang handal. Melalui aliran lukisannya yang naturalis, Sochieb memvisualkan berbagai peristiwa pertempuran yang terjadi di kota Surabaya dengan indahnya.

Tahun 1965 ia mulai pameran di Jakarta bersama para pelukis Jawa Timur dan sejak tahun 1970 ia pun secara rutin menyelenggarakan pameran lukisan setiap tanggal 10 Nopember di Surabaya dan Jakarta. Tujuannya menyelenggarakan pameran lukisan setiap 10 Nopember di Surabaya dan Jakarta. Tujuannya untuk memperingati hari Pahlawan dan berbagi informasi kepada generasi penerus bangsa.

Beberapa reproduksi karya Sochieb sebagai gambaran betapa arek-arek Suroboyo itu telah rela berkorban sebagai benteng kota demi kedaulatan bangsa dan kemerdekaan yang telah diraihnya. Berikut kisah arek “benteng kota” Suroboyo dalam lukisan karya M. Sochieb yanag dikutip dari sumber “Peristiwa 10 November 1945 Dalam Lukisan”.

INSIDEN BENDERA
Banteng-banteng Surabaya dengan dada sebagai tameng rela berkorban demi tegaknya kedaulatan bangsa. Mereka pun berani memanjat menara hotel demi berkibarnya Merah-Putih. (Karya: Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA. hlm. 116)

SEMANGAT MENGABDI
Tetes air mata dan doa tulus bunda adalah bekal semangat dan tekad baja. Kami bangkit mengayun langkah pasti, membuka dada menyerahkan jiwa dan raga bagi ibu pertiwi. (Karya: Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA. hlm. 120)

GAGAH BERANI
Berperang tanpa strategi adalah kesia-siaan. Mati tanpa arti. Kami sadar akan kekuatan sendiri. Menyergap musuh, merebut benteng.
(Karya: Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA. hlm. 121)

JALAN MENUJU DAMAI
Perang telah menelan nilai-nilai kemanusiaan, kehancuran, kesengsaraan dan kematian. Meski semua tiada sia-sia namun, demi hak tanah merdeka, masih ada syarat tanpa pengurbanan, yakni :”Jalan Damai”
(Karya: Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA. hlm. 122)

GENCATAN SENJATA
Perdamaian adalah impian setiap insan di dunia. Perang hanya ciptakan bencana, membuat istri kehilangan suaminya, menjadikan anak kehilangan bapaknya. Gencatan senjata merupakan jalan menuju kerukunan hidup antar umat manusia.
(Karya: Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA. hlm. 123)

MELUCUTI MUSUH
Putra-putra bangsa gagah berani tidak gentar walau kalah persenjataan. Semangat baja dan bamboo runcing di tangan menyongsong musuh. Serdadu Sekutu menjadi jeri dan ngeri. (Karya: Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 124)

BERKOBAR
Asap hitam meruah, menghanguskan kota. Pekik arek-arek Surabaya membahana kobarkan semangat. Mati satu tumbuh seribu. Demi satu tujuan. Mengusir penjajah.
(Karya: Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 125)

PUTRA BANGSA
Berdiri tegap, menatap maut. Pejuang sejati tak mengenal takut. Hadapi dan langkahi mayat kami sebelum kau kuasai negeri ini.
(Karya: Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 126)

(Karya: Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 126)

INSTRUKSI
Di awal kemerdekaan, kekacauan ada di mana-mana.Merongrong pemerintahan, rakyat resah, BKR, TKR dan pejuang  bahu membahu menjaga ketentraman.

DOA & PENGORBANAN
Sebening harap dari jiwa yang tulus gema doa dan cita-cita. Bagai sejuk bunga menyiram raga tegak berdiri di atas tanah pertiwi. Bila esok atau nanti. Darah menyiram bumi tercinta. Gugur sebagai syuhada. Demi segenggam harap “Tanah Merdeka”. (Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 127)

TANDA PERINGATAN
Sepatu lars dan senjata adalah bukti sejarah, keikutsertaan kami berkorban untuk membela tanah air. Kemerdekaan itu harus ditebus dengan jiwa, raga dan air mata

PEKIK MERDEKA ATAU MATI
Padamu, Ibu Pertiwi; kami berjuang kobarkan semangat persatuan dengan tinju terkepal dan dada tegap menyongsong pertempuran. Dengan satu tujuan, kibarkan Sang Saka Indonesia Merdeka.
(Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 128)

GEMA PERJUANGAN
Perjoangan panjang putra bangsa mempertahankan setiap jengkal tanah pusaka megah sang saka bertumpu diatas jerit dan kesengsaraan. Semua tiada sia-sia, damai sejahtera bergema di seluruh dunia. Bukti kejayaan negeri tercinta. Indonesia.
(Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 129)

PANTANG  MENYERAH
Demi kebenaran, demi menuntut hak tanah pusaka. “Allahu Akbar” Senantiasa Tuhan memimpin putra-putra bangsa yang menyerahkan jiwa raga di medan joang. Demi tegaknya negara Republik Indonesia. (Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 130)

HANYA SATU JUTUAN
Sebuah perjalanan panjang beriring darah dan air mata. Tak ada akar rotan pun jadi, tiada Meriam Golok pun jadi, tak ada Golok bamboo pun jadi. Hanya satu tujuan kami …… MERDEKA. (Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 131)

MENGINTAI DAN MENYERANG
Dalam sepi ada gerak. Dalam diri ada semangat Perjuangan takkan terbuang sia-sia. Rawe-rawe Rantas, Malang-malang Putung. Itulah falsafah arak-arek Suroboyo yang gagah berani.
(Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 132)

SATU TEKAD, MERDEKA !
Di bawah hujan peluru, di tengah bising dan selimut asap mesiu dalam tekad yang satu, merdeka. Sekalipun harus kehilangan jiwa dan raga tak ada kata takut, mundur ataupun jera demi membela negeri tercinta.
(Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 133)

SATU KEMENANGAN
Negri ini adalah miUk kami; putra-putri Ibu Pertiwi, tak gentar mati. Semua kami pertaruhkan demi nusa dan bangsa. Meski korban-korban telah berjatuhan, namun bara di hati tak pernah padam. Perjuangan kami demi satu kemerdekaan. Demi satu kemenangan
(Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 134)

BARA SEMANGAT
Ketidakseimbangan senjata bukan hambatan bagi pejoang sejati. Tekad, berani, penuh semangat, senantiasa, kilatan peluru ledakan bam, adalah bara semangat yang tak pernah padam.
(Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 135)

BAKTI MULIA
Nilai sebuah perjuangan terlalu mahal. Setiap detik putra bangsa setya mempersembahkan bakti mulia di medan laga. Mempertaruhkan jiwa dan raga. Biarlah hari ini negeri ber[umur darah. Demi esok bertabur cah’ya katulistiwa
(Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 136)

BUNG MINTA APINYA
Fisik tak lagi diperhatikan; begitu pula luka. Pertempuran membuat kami berpisah dari orang-orang tercinta. Melepas lelah sambil berbincang dan merokok. Namun, bukan berarti hilang waspada untuk menghadapi segala kekacauan.

MENGATUR SIASAT
Mundur bukan berarti takut melainkan mengatur siasat untuk menang. Pemimpin yang cerdik mengetahui kekuatan sendiri. Kapan saat menyerang atau mundur mangatur siasat. (Karya : Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 138)

Sumber 

 

 

 

Foto Penampakan Hantu Tentara Tawanan Perang Di Hutan Kalimantan

Mayor John Tullouch menelusuri kembali jejak dari tentara sekutu yang menjadi tawanan perang atau biasa dikenal dengan tragedi “Death March” tahun 1945 di Kalimantan. Ia kembali berkunjung kesebuah tempat yang diyakini sebagai jalur para tawanan pada 70 tahun yang lalu. John Tullouch memotret sepanjang lokasi perjalanan yang dilintasi para tawanan saat Perang Dunia II lalu.

Petugas pensiunan tentara ini menggambarkan setidaknya ada sekitar 2.400 tentara sekutu yang menjadi tawanan perang tewas di lokasi. Rata-rata mereka tewas dalam perjalanan karena menderita gizi buruk, dan faktor kesehatan karena mereka dipaksa berjalan kaki tanpa alas kaki sejauh 160 mil dibawah panas dan teriknya matahari.

Ketika Mayor Tollouch sedang asyik Berfoto-foto di jalur tersebut, terdapat sebuah gambar yang sangat mengejutkan dan agak ganjil. Salah satu gambar memperlihatkan gambaran makhluk halus yang diduga adalah hantu para tawanan tersebut yang berjalan membungkuk sama persis ketika kejadian Death March 70 tahun lalu.

Mayor Tollouch berkunjung ke jalur yang berlokasi di salah satu jalan di daerah Kalimantan, mengunakan kendaraan Jeep 4×4 pada tahun 2010. awalnya ia menduga bahwa itu adalah gambaran refleksi dari handuk yang ia taruh di Dashboard mobilnya. namun setelah ia teliti lagi ternyata gabar tersebut menyerupai tengkorak yang diduga hantu para tawanan perang tersebut. ia juga mengisahkan hanya ada 6 orang yang selamat dari tragedi “Death March” tersebut.

Berikut Fotonya:

Koleksi Buku Milik Admin Kolektor Sejarah

IMG20161118170537.jpg

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya” Bung Karno berucap. Sejatinya, bangsa ini besar karena pahlawannya dan berkembang karena generasinya. Bagaiman kita bisa mengenal pahlawan? Tentunya dari sejarah. Namun sangat tragis, kini sejarah di mata para kaum muda bukanlah menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan. Padahal upaya untuk membesarkan bangsa ini salah satunya harus dimulai dari sejarahnya.

Kaum muda yang menjadi tulang punggung bangsa ini sepatutnya memahami dan memaknai sejarah, kita dapat berpedoman pada sejarah masa lampau untuk mewujudkan kesejahteraan negara saat ini, banyak tragedi-tragedi yang dapat dijadikan pelajaran, dari pelajaran itu kita mengembangkan kreativitas antisipasi supaya tidak terjadi lagi tragedi serupa.

Saat ini Admin kolektorsejarah.wordpress.com memiliki beberapa koleksi buku seperti berikut :

1.  10 November 1945 Gelora Kepahlawanan Indonesia
2.  45 Kisah PRRI di Ranah Bunda
3.  693 KM Jejak Gerilya Sudirman
4.  Achmad Husein, Perlawanan Seorang Pejuang
5.  AE Kawilarang Untuk Sang Merah Putih
6.  Aku Ingat, rasa dan tindak siswa sekolah kolonial diawal merdeka bangsa
7.  Band of Brothers
8.  Bejo Harimau Sumatera Dalam Perang Kemerdekaan
9.  Benteng Huraba
10. Bukit Kadir
11. Bunga Rampai Peran Pelajar Pejuang di Sumatera Tengah Selama Perang Kemerdekaan
12. Citizan Soldiers Tentara Sukarela
13. Dari Medan Area Ke Pedalaman dan Kembali ke Kota Medan
14. Gelora Kemerdekaan Sepanjang Bukit Barisan 1
15. Gerilya di Asahan – Labuhan Batu 1947 – 1949
16. Giring-giring Perak 1 Perang Pariaman
17. Giring-giring Perak 2
18. Jihad Akbar di Medan Area
19. Kamang Dalam pertumbuhan dan perjuangan menentang kolonialis
20. Kisah Petualangan Bagas 1 – Misteri Makam Paneleh – Komik
21. Kisah Petualangan Bagas 2 – Perebutan Senjata Pamungkas – Komik
22. Kisah Petualangan Bagas 3 – Rahasia Serdadu Siluman – Komik
23. Kisah Petualangan Bagas 4 – Prahara di Pulau Dewata – Komik
24. Kisah Petualangan Bagas 5 – Tawanan Pulau Apung – Komik
25. Kisah Petualangan Bagas 6
26. KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) Bom Waktu Tinggalan Belanda
27. Kolonel Maludin Simbolon
28. Komando Rajawali 1 – Rajawali Rajawali – Komik
29. Komando Rajawali 2 – Lawan – Komik
30. Komando Rajawali 3 – Surabaya Membara – Komik
31. Komando Rajawali 4 – Jebakan Maut – Komik
32. Komando Rajawali 5 – The Final Battle – Komik
33. Komando Rajawali 6 – Solo Bravo – Komik
34. KRIS 45 Berjuang membela negara
35. Lima tahun perang kemerdekaan 1945 – 1949
36. Mas TRIP dari Brigade Pertempuran ke Brigade Pembangunan
37. Melintas Badai
38. Memoar Hario Kecik II
39. Memori Sejarah Gerilla: Dari TNI ex Batalion IV Sektor II Sub. Terr. VII Komando Sumatera di Tapanuli dan Sumatera Timur
40. Merebut Kota Perjuangan Komik
41. Mr. H. ST. Moh. Rasjid Perintis Kemerdekaan, Pejuang Tangguh, Berani dan Jujur
42. Napak Tilas Tentara Belanda dan TNI
43. Operasi Sandi Yudha
44. Pasukan ‘T’ Ronggolawe tahun 1945 – 1950
45. Pejuang Kemerdekaan Sumbar – Riau
46. Pelajar Berjuang (Roman Sejarah)
47. Pemberontakan Rakyat Silungkang Sumatera Barat 1926 – 1927
48. Peran Stasiun Radio PHB AURI selama perang kemerdekaan RI II 1948 – 1949
49. Peranan Pelajar dalam perang kemerdekaan
50. Perang Bali sebuah Kisah Nyata
51. Perang Eropa I
52. Perang Eropa II
53. Perang Eropa III
54. Perang kemerdekaan
55. Perang Pasifik
56. Peringatan setahoen peristiwa Bandoeng
57. Peristiwa 10 Nov 1945 Dalam Lukisan
58. Perjuangan Korps Brigade Mobil Polri Masa Perang Kemerdekaan RI Pemerintah Darurat RI di Sumatera
59. Pertempuran Surabaya November 1945
60. PRRI Permesta Starategi membangun indonesia tanpa komunis
61. Rebut kembali madiun
62. Rebut Kota Perjuangan – Komik
63. Sakai I
64. Sejarah Penumpasan Pemberontakan PRRI/Permesta
65. Sejarah perjuangan kemerdekaan RI di Minangkabau/Riau I
66. Sejarah perjuangan kemerdekaan RI di Minangkabau/Riau II
67. Sejarah Perjuangan Mobile Brigade Polisi R.I Sumatera Utara / Aceh THN 1945 – 1961
68. Semuanya untuk Cirebon, Kisah Heroik Pasukan Kancil dan Palagan Mandala
69. Siliwangi dari masa ke masa
70. Sumatera Barat di Panggung Sejarah 1945 – 1995
71. Sumatera Dalam Perang Kemerdekaan
72. Sumatra Barat hingga Plakat Panjang
73. Tanpa pamrih kepertahankan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945
74. Terjebak di Perut Bumi
75. Tetes Embun di Bumi Simalungun Episode Perang Kemerdekaan (1945-1949)
76. The Golden Bridge Jembatan Emas 1945
77. Tikam Samurai 1
78. Tikam Samurai 2
79. Tikam Samurai 3
80. Tikam Samurai 4 Dalam Kecamuk Perang Saudara
81. Tikam Samurai 5 Ke Dallas Menuntut Balas
82. Tikam Samurai 6 Dalam Neraka Vietnam
83. Yogyakarta 19 Desember 1948 Jenderal Spoor versus Jendral Sudirman

BERSAMBUNG………….. Masih ada beberapa buku lagi yang belum sempat di photo seperti Kisah Heroik di Udara…

Ini 10 Pasukan Elite Terhebat Sepanjang Masa

Jakarta – Majalah Time mengeluarkan daftar 10 pasukan elite terhebat sepanjang masa. Navy Seals menduduki peringkat pertama, disusul pasukan dari zaman Persia kuno, The Immortal.

Inilah 10 pasukan elite tersebut seperti ditulis majalah Time, Jumat (6/9/2011).

1. Navy Seals
Pasukan khusus AS ini langsung melejit namanya setelah sukses menewaskan buruan nomor 1 AS, Osama bin Laden. Seal merupakan akronim sea, air, land. Artinya pasukan elit ini mampu berlaga di tiga matra darat, laut dan udara. Personel Seal dipilih dan diseleksi dari personel militer AS yang terbaik.

2. The Immortal
Ini pasukan elite era Kerajaan Persia kuno. Saat menggempur Yunani, Herodotus mengumpulkan 10.000 orang pilihan. Mereka tangguh, mampu bergerak cepat dan dapat bekerja sama dengan baik. Seluruh personelnya dipersenjatai dengan pedang dan panah.

3. Brigade Gurkha
Brigade Gurkha terdiri seluruhnya dari warga Nepal yang mengabdi untuk tentara Inggris. Pasukan ini berdiri sejak 1815. Keberanian pasukan Gurkha ini melegenda. Hampir dalam setiap pertempuran yang melibatkan Inggris, mereka diterjunkan. Termasuk dalam konfrontasi di Malaysia saat era Dwikora dulu. Pasukan ini mempunyai pisau khas, yang bernama Kukri.

4. The Knights Hospitaller
Para ksatria ini dikenal saat perang salib periode pertama. Mereka adalah biarawan yang sering menolong para peziarah Kristen yang hendak melayat ke Yerusalem. Keberanian dan kegigihan mereka selama perang salib membuat namanya melegenda.

5. Special Air Service (SAS)
Pasukan elit Inggris ini dibentuk di Libya tahun 1940, saat perang dunia ke-2 berkecamuk. SAS merupakan salah satu pasukan khusus terbaik di dunia di era modern ini. Banyak negara menjadikan SAS sebagai kiblat pasukan khususnya. Misi pembebasan sandera di Kedubes Iran di London tahun 1980, salah satu yang membuat nama SAS melambung.

6. Green Berets
Dibentuk tahun 1952, pasukan green berets merupakan pasukan terbaik AD AS. Ingat Rambo? Nah, Rambo diceritakan adalah salah satu anggota pasukan elit ini. Green berets bertempur mulai dari Vietnam, Afganistan hingga melawan pengedar narkoba di Amerika Selatan. Selain jago bertempur dan mengoperasikan aneka senjata, salah satu kemampuan green berets adalah melatih gerilyawan lokal untuk melawan pasukan lawan.

7. The Varangian Guard
Mereka dianggap sebagai keturunan pelayar Viking. Kecakapan dalam pertempuran membuat mereka disegani di dunia Mediterania. Pada awal abad ke 11 Masehi, kaisar Bizantium Basil II yang berkuasa mengumpulkan pengawal pribadinya dari orang-orang ini. Varangians menempati peringkat elit tentara kekaisaran, mengenakan baju besi berat dan sering menghunus kapak besar.

8. The Hashishin
Kelompok ini berdiri di Iran sekitar abad ke-11 atau ke-12. Sebelum beraksi mereka melakukan ritual menghisap ganja atau hashis. Hashishin dikenal memiliki kemampuan yang tinggi untuk menculik atau membunuh lawan-lawan politik mereka. Karena itu kata ‘assassin’ atau pembunuh dalam bahasa Inggris, diambil dari nama kelompok Hashishin.

9. Israeli Special Forces
Awalnya berdiri tahun 1948, sebagai peleton khusus misi-misi pengintaian. Kini satuan ini berkembang sebagai salah satu pasukan komando terbaik di dunia. Membebaskan sandera di Bandara Entebbe, Uganda, tahun 1976 menjadi salah satu keberhasilan pasukan Yahudi ini. Pasukan ini pula yang mencegat konvoi Mavi Marvara yang hendak menembus blokade Israel atas Palestina, tahun lalu.

10. The Jaguar Warriors
Mereka berasal dari kebudayaan Aztec di Amerika Selatan. Sesuai namanya, pasukan ini mengenakan kulit jaguar sebagai pakaian perangnya. Senjata mereka adalah batu tajam yang bergerigi. Namun pasukan ini tidak mampu menahan pasukan invasi spanyol yang dilengkapi meriam dan senjata api.

Ini 10 Pasukan Elite Terhebat Sepanjang Masa !

Jakarta – Majalah Time mengeluarkan daftar 10 pasukan elite terhebat sepanjang masa. Navy Seals menduduki peringkat pertama, disusul pasukan dari zaman Persia kuno, The Immortal.

Inilah 10 pasukan elite tersebut seperti ditulis majalah Time, Jumat (6/9/2011).


1. Navy Seals
Pasukan khusus AS ini langsung melejit namanya setelah sukses menewaskan buruan nomor 1 AS, Osama bin Laden. Seal merupakan akronim sea, air, land. Artinya pasukan elit ini mampu berlaga di tiga matra darat, laut dan udara. Personel Seal dipilih dan diseleksi dari personel militer AS yang terbaik.

2. The Immortal
Ini pasukan elite era Kerajaan Persia kuno. Saat menggempur Yunani, Herodotus mengumpulkan 10.000 orang pilihan. Mereka tangguh, mampu bergerak cepat dan dapat bekerja sama dengan baik. Seluruh personelnya dipersenjatai dengan pedang dan panah.

3. Brigade Gurkha
Brigade Gurkha terdiri seluruhnya dari warga Nepal yang mengabdi untuk tentara Inggris. Pasukan ini berdiri sejak 1815. Keberanian pasukan Gurkha ini melegenda. Hampir dalam setiap pertempuran yang melibatkan Inggris, mereka diterjunkan. Termasuk dalam konfrontasi di Malaysia saat era Dwikora dulu. Pasukan ini mempunyai pisau khas, yang bernama Kukri.

4. The Knights Hospitaller
Para ksatria ini dikenal saat perang salib periode pertama. Mereka adalah biarawan yang sering menolong para peziarah Kristen yang hendak melayat ke Yerusalem. Keberanian dan kegigihan mereka selama perang salib membuat namanya melegenda.

5. Special Air Service (SAS)
Pasukan elit Inggris ini dibentuk di Libya tahun 1940, saat perang dunia ke-2 berkecamuk. SAS merupakan salah satu pasukan khusus terbaik di dunia di era modern ini. Banyak negara menjadikan SAS sebagai kiblat pasukan khususnya. Misi pembebasan sandera di Kedubes Iran di London tahun 1980, salah satu yang membuat nama SAS melambung.

6. Green Berets
Dibentuk tahun 1952, pasukan green berets merupakan pasukan terbaik AD AS. Ingat Rambo? Nah, Rambo diceritakan adalah salah satu anggota pasukan elit ini. Green berets bertempur mulai dari Vietnam, Afganistan hingga melawan pengedar narkoba di Amerika Selatan. Selain jago bertempur dan mengoperasikan aneka senjata, salah satu kemampuan green berets adalah melatih gerilyawan lokal untuk melawan pasukan lawan.

7. The Varangian Guard
Mereka dianggap sebagai keturunan pelayar Viking. Kecakapan dalam pertempuran membuat mereka disegani di dunia Mediterania. Pada awal abad ke 11 Masehi, kaisar Bizantium Basil II yang berkuasa mengumpulkan pengawal pribadinya dari orang-orang ini. Varangians menempati peringkat elit tentara kekaisaran, mengenakan baju besi berat dan sering menghunus kapak besar.

8. The Hashishin
Kelompok ini berdiri di Iran sekitar abad ke-11 atau ke-12. Sebelum beraksi mereka melakukan ritual menghisap ganja atau hashis. Hashishin dikenal memiliki kemampuan yang tinggi untuk menculik atau membunuh lawan-lawan politik mereka. Karena itu kata ‘assassin’ atau pembunuh dalam bahasa Inggris, diambil dari nama kelompok Hashishin.

9. Israeli Special Forces
Awalnya berdiri tahun 1948, sebagai peleton khusus misi-misi pengintaian. Kini satuan ini berkembang sebagai salah satu pasukan komando terbaik di dunia. Membebaskan sandera di Bandara Entebbe, Uganda, tahun 1976 menjadi salah satu keberhasilan pasukan Yahudi ini. Pasukan ini pula yang mencegat konvoi Mavi Marvara yang hendak menembus blokade Israel atas Palestina, tahun lalu.

10. The Jaguar Warriors
Mereka berasal dari kebudayaan Aztec di Amerika Selatan. Sesuai namanya, pasukan ini mengenakan kulit jaguar sebagai pakaian perangnya. Senjata mereka adalah batu tajam yang bergerigi. Namun pasukan ini tidak mampu menahan pasukan invasi spanyol yang dilengkapi meriam dan senjata api.

Sumber :  Disini